Jumat, 18 November 2011

Laporan Fisika Tentang Gaya Pegas



Saya akan menjelaskan laporan tentang gaya pegas. Berikut adalah praktek saya dan teman-teman saat belajar fisika di SMAN 2 Palangka Raya
 




Hukum Hooke

I  Tujuan
Tujuannya yaitu Menentukan Konstanta Pegas.

II  Landasan Teori
Sifat elastis adalah sifat pegas yang kembali ke keadaan semula setelah gaya yang bekerja padanya dihilangkan.
Sifat-sifat yang dimiliki oleh gaya pegas yaitu:
a.     Gaya pegas makin besar bila pertambahan panjang pegas makin besar
b.     Arah gaya pegas berlawanan dengan arah gaya yang diberikan.
Hubungan antara gaya pegas dan perubahan panjang pegas dinyatakan sebagai hukum Hooke:
          F= -k Δx
Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya pegas selalu berlawanan dengan arah perubahan panjang pegas.
Gaya pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjang pegas dan berlawanan arah dengan gaya yang diberikan.
Pegas yang digantung beban: ada sebuah pegas yang memiliki panjang L0. Pegas tersebut di gantung secara vertikal dimana pada ujung bawahnya dikaitkan beban bermassa m. Akibat digantungkan beban, maka pegas mengalami perubahan panjang ΔL. Perubahan panjang pegas dapat ditentukan dari syarat: besar gaya pegas sama dengan besar gaya gravitasi.
          k ΔL = m g            atau            ΔL = m g / k
Dengan pertambahan panjang ini maka panjang pegas menjadi  L+  ΔL. Jika beban diam, maka posisinya merupakan posisi setimbang. Posisi setimbang ini adalah posisi setimbang baru. Dengan demikian, posisi setimbang adalah posisi saat panjang pegas sama dengan  L+  ΔL. Jika benda sedikit disimpangkan dan dibiarkan berosilasi, maka benda akan berosilasi di sekitar posisi setimbang tersebut. Saat menggunakan titik setimbang baru tersebut, maka gaya gravitasi dianggap tidak ada karena sudah dikompensasi oleh pertambahan panjang pegas. Selanjutnya, benda berosilasi di sekitar posisi setimbang baru yang sama persis dengan osilasi pada bidang datar.
Ket:
F       = gaya yang dilakukan pegas (N)
Δx     = perubahan panjang pegas (m)
k        = konstanta pegas (N/m)
m       = massa (kg)
ΔL     = pertambahan panjang (cm)
g        = percepatan gravitasi 9,81 m/s2


III  Alat dan Bahan
-         Pegas
-         Beban
-         Statif
-         Penggaris

IV  Langkah Kerja
Ø Menimbang massa beban
Ø Mengukur panjang pegas mula-mula
Ø Menggantung beban pada pegas dan mengukur panjang pegas
Ø Menentukan perubahan panjang pegas
Ø Mengulangi untuk percobaan dengan beban yang berbeda-beda



V  Hasil Pengamatan
massa
(gram)
gaya (N)
panjang awal
(cm)
panjang akhir
(cm)
ΔL
(LtL0)
F/ ΔL
(N/m)
20 = 0,02 kg
0,1962
13
14,5
1,5
0,1308
50 = 0,05 kg
0,4905
13
15,5
2,5
0,1962
70 = 0,07 kg
0,6867
13
16,5
3,5
0,1962
100 = 0,1 kg
0,981
13
17,5
4,5
0,218
120 = 0,12 kg
1,1772
13
18,5
5,5
0,214036363
150 = 0,15 kg
1,4715
13
19,5
6,5
0,226384615
170 = 0,17 kg
1,6677
13
20,5
7,5
0,22236
200 = 0,2 kg
1,962
13
21,5
8,5
0,230823529
220 = 0,22 kg
2,1582
13
22
9
0,2398
250 = 0,25 kg
2,4525
13
23
10
0,24525
270 = 0,27 kg
2,6487
13
24
11
0,240790909
300 = 0,3 kg
2,943
13
25,5
12,5
0,23544
320 = 0,32 kg
3,1392
13
26,5
13,5
0,232533333

VI  Kesimpulan
Panjang atau pendeknya pertambahan panjang pegas tergantung pada elastisitas bahan dari benda tersebut dan juga gaya yang diberikannya.
Pada beban yang bergetar harmonic bekerja resultan gaya yang arahnya selalu ke titik kesetimbangan dan besarnya sebanding dengan simpangan benda terhadap titik kesetimbangan.
Pertambahan panjang berbanding lurus dengan gaya yang diberikan pada benda. Karena kami memberikan beban pertambahannya tidak konstan serta mungkin tidak teliti dalam pembacaan ukuran menggunakan penggaris sehingga menimbulkan galat. Karena seharusnya konstanta gaya pegas makin besar bila pertambahan panjang pegas makin besar.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar